Senin, 21 Januari 2013

Imam Ibnu Katsir memuji Raja Mudzaffar Abu Sa’id Al-Kukburi (Penggagas Peringatan Maulid Nabi)



Imam Ibnu Katsir memuji Raja Mudzaffar Abu Sa’id Al-Kukburi (Penggagas Peringatan Maulid Nabi)



Imam Ibnu Katsir dalam Kitabnya Bidayah wa an-Nihayah juz 13 hLmN 136,
memuji Raja Mudzaffar Abu Sa’id al-Kukburi sebagai berikut:

وكان يعمل المولد الشريف في ربيع الأول ويحتفل به احتفالا هائلا
وكان مع ذلك شهما شجاعا فاتكا بطلا عاقلا عالما عادلا رحمه الله وأكرم مثواه

“Dan dia (Raja Mudzaffar) menyelenggarakan Maulid Nabi yang mulia di bulan Rabi’ul Awwal secara besar-besaran. Ia juga seorang raja yang cerdas, pemberani kesatria, pandai, dan adil, semoga Allah mengasihinya dan menempatkannya di tempat yang paling baik.”

Imam Ibnu Katsir juga mengatakan:

إن أول من أرضعته صلى الله عليه وسلم هي ثويبة مولاة أبي لهب وكان قد أعتقها حين بشرته بولادة النبي صلى الله عليه وسلم. ولهذا لما رآه أخوه العباس بعد موته في المنام بعدما رآه بشر خيبة، سأله: ما لقيت؟ قال: لم ألق بعدكم خيراً غير أني سقيت في هذه بعتاقتي لثويبة (وأشار إلى النقرة التي بين الإبهام والتي تليها من الأصابع).

“Sesungguhnya orang pertama kali menyusui Nabi Saw. adalah Tsuwaibah yaitu budak perempuan Abu Lahab, dan ia telah dimerdekakan dan dibebaskan oleh Abu Lahab ketika Abu Lahab gembira dengan kelahiran Nabi Saw. Karena demikian setelah meninggalnya Abu Lahab, salah seorang saudaranya yaitu Abbas melihatnya dalam mimpi, salah seorang familinya bermimpi melihat ia dalam keadaan yang sangat buruk, dan Abbas bertanya: “Apa yang engkau dapatkan?” Abu Lahab menjawab: “Sejak aku tinggalkan kalian (mati), aku tidak pernah mendapat kebaikan sama sekali, selain aku diberi minuman di sini [(Abu Lahab menunjukkan ruang antara ibu jarinya dan jari yang lain) karena aku memerdekaan Tsuwaibah”. (Lihat dalam Kitab Bidayah wa an-Nihayah juz 2 halaman  272-273, Kitab Sirah an-Nabawiyah juz 1 halaman 124 dan Kitab Maulid Ibnu Katsir halaman 21).

Imam Ibnu Katsir mengagungkan malam Maulid Nabi, berikut pernyataan beliau dalam Kitab Maulid Ibnu Katsir halaman 19:

إن ليلة مولد النبي صلى الله عليه وسلم كانت ليلة شريفة عظيمة مباركة سعيدة على المؤمنين، طاهرة، ظاهرة الأنوار جليلة المقدار

“Sungguh malam kelahiran Nabi Saw. adalah malam yang sangat mulia dan banyak berkah dan kebahagiaan bagi orang mukmin dan malam yang suci, dan malam yang terang cahaya, dan malam yang sangat agung”.

Sebagaimana pula dikatakan oleh Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab ad-Durar al-Kaminah mengatakan bahwa kitab tersebut adalah kitab Ibnu Katsir yang membolehkan Maulid Nabi dan di dalamnya membahas tentang perayaan peringatan Maulid Nabi.

4 komentar:

  1. wa kaana a'dzomul qisshahalldzi ana asma'uhu!

    BalasHapus
  2. sungguh tiada yg sanggup membuat air mata yg penuh dgn kemunafikan ini berderai kecuali terharu stlh mendengarkan cerita dari postingan berita itu!

    BalasHapus
  3. kalam salaf adalah nur dari rahasia Allah! tiada nur yg mempesona selain nur dari kalam salaf! semoga Allah hujani mereka dgn berkah dari Allah SWT! amien.............!

    BalasHapus
  4. tidaklah cukup sebuah ketakjuban yg anda expresikan dgn kt2 kecuali setelah anda ikuti dan anda jadikaqn sang nabi sbg idola dlm berpakaian cara hidup dll!

    BalasHapus