Tampilkan postingan dengan label AKHLAK ULAMA ASWAJA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKHLAK ULAMA ASWAJA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Desember 2012

Darul islamiyyah dengan Darul wathoniyyah



Darul islamiyyah dengan   Darul wathoniyyah



Ada dialog menarik dari sahabat ANSOR KAB PEKALONGAN dengan yang mulia Al Habib Lutfi bin yahya 21-12-2012.

Kenapa pada muktamar NU th 1936 ketika ada pembahasan 2 hal penting yakni:

1.      Darul islamiyyah
2.      Darul wathoniyyah

justru para ulama NU lebih memilih yang no 2?

jawab Al Habib Lutfi: Apabila waktu itu ulama NU bersepakat memilih Darul islamiyyah (negara islam), maka akan bergejolak kelompok non muslim yang ada di Indonesia dan luar negeri untuk tidak mau bahu membahu mewujudkan kemerdekaan NKRI dari penjajah asing SEHINGGA NKRI MUSTAHIL BISA MERDEKA.

Alqirthas syarah Ratib Al-Aththas



Alqirthas syarah Ratib Al-Aththas



وحكى جماعة من الثقات الأثبات عن السيد علوي بن علوي بن عبد الله ابن مساوى با علوي أنه لما كان في أواخر عمره زار تريم، وذلك في حياة سيدنا عبد الله بن علوي الحداد نفع الله بهما فحصلت على السيد علوي تعبة الموت وأشرف عليه. فقال الحبيب عبد الله الحداد يا سيد علوي إن الأجل قد حضر لا محالة. فقال يا سيد عبد الله ادع لي بالمهلة إلى أن أصل بلدي «عمد» وأنظر أولادي وأهلي. فقال له الحبيب عبد الله كرر قول سيدنا عمر في راتبه: «يالطيفاً، لم تزل ألطف بنا فيما نزل إنك لطيف لم تزل ألطف بنا والمسلمين». إلى أن تصل بلدك فجعل السيد علوي يكرر ذلك. ومن حينئذٍ حصلت له العافية وسار في تريم يكرر ذلك الذكر في طريقه حتى وصل بلده «عمد» وأقام بها بعد وصوله شهرين. ثم توفي بها رحمه الله.


Telah mengisahkan Jama'ah dari orang-orang yang jujur dan dapat dipercaya mengenai Sayyid Alwi bin Alwi bin Abdullah Ibn musawi ba Alwi, bahwasannya beliau ketika berada di akhir-akhir umurnya, beliau menziarahi kota Tarim, dan kejadian itu terjadi di waktu Hidupnya Sayyidina Abdullah bin Alwi Al-Haddad (semoga Allah memberi kemanfaatan dengan sebab mereka berdua), kemudian terjadi atas Sayyid Alwi keletihan maut dan Hampir meninggal.

Maka berkata Al-Habib Abdullah Al-Haddad, ''Ya Sayyid Alwi sesungguhnya waktu datangnya kematian telah hadir tidak bisa tidak''.

Maka Sayyid Alwi berkata: ''Ya Sayyid Abdullah berdo'alah kamu kepada Allah untukku dengan penundaan hingga aku sampai ke negriku (Amd) dan aku melihat anak-anakku dan keluargaku''.

Maka berkata Al-Habib Abdullah kepada Sayyid Alwi: ''Ulang-ulanglah ucapan Sayyidina Umar (bin Abdurrahman Al-Aththas) di dalam ratibnya: ''Yaa Lathifan Lam Tazal Ulthuf Bina fiimaa Nazal Innaka Lathifun Lam tazal Ulthuf binaa wal muslimiin''. hingga engkau sampai ke kotamu.''

Maka Sayyid Alwi mengulang-ulang bacaan tersebut dan dari waktu kejadian ini beliau mendapatkan kesehatan dan berjalan di tarim dengan mengulang-ulang wirid tersebut di perjalanannya hingga sampai ke kotanya (Amd) dan tinggal di kota tersebut setelah sampainya beliau dua bulan, kemudian meninggal di sana, semoga Allah merahmatinya.

(Alqirthas syarah Ratib Al-Aththas)


Inti Peringatan Maulud Nabi SAW



Inti Peringatan Maulud Nabi SAW



Inti dari peringatan maulud itu apa? Intinya itu adalah melahirkan rasa syukur, rasa terima kasih kepada Rasulullah SAW dengan tujuan agar kita cinta Rasul SAW. Kita itu beriman dan islam itu karena kita kenal kanjeng Nabi SAW. 

Kalau diibaratkan begini, jikalau orang tua kita tidak kenal pada kanjeng Nabi SAW, maka orang tua kita tidak akan iman dan islam. Kemudian beliau berdua menikah, karena beliau kenal kanjeng Nabi, maka menikahnya pun sesuai dengan caranya kanjeng Nabi, sehingga ketika beliau melahirkan kita, maka kita pun menjadi anak halal. 

Kita tidak menjadi anak haram, kenapa? Karena orang tua kita kenal kanjeng Nabi. Seandainya orang tua kita tidak kenal kanjeng Nabi, maka yang terjadi adalah kita tidak dipanggil sebagai anak halal. Tidak usah jauh-jauh. Cukup itu saja, yaitu bersyukur karena kita terlahir sebagai anak halal. Oleh karena menyukuri nikmat itu hukumnya wajib, maka mengadakan maulud pun hukumnya menjadi wajib. Sekarang begini, kalau kita punya emas sekwintal, apa itu bisa melunasi jasa-jasa orang tua? 

Tidak akan. Lalu, kalau gunung slamet berubah menjadi gunung emas, apa itu bisa untuk melunasi jasa-jasanya kanjeng Nabi? Tidak akan. Kalau begitu, maka jangan eman-eman, jangan sayang untuk maulud, untuk menghormati kanjeng Nabi. Menyembelih kambing dua saja kok eman-eman. Buat maulud, bikin yang sebesar-besarnya untuk hormat kanjeng Nabi. Jangan kuatir masalah rezeki, karena tidak mungkin Allah tidak memberi, apalagi rezekinya digunakan untuk maulud, untuk menghormati kekasihNya.

Dahulu, maulud terbesar di Jawa itu di tempatnya Habib Hasyim bin Yahya, di masjid An Nur Pekalongan, dan di tempatnya Habib Abdullah bin Muhsin Bogor. Mauludnya diadakan selama seminggu dengan berbagai macam acara. Beliau-beliau itu, kalau mantu, nikahan anaknya, acaranya biasa-biasa saja, tanpa pajangan. 

Tapi kalau maulud, hiasannya sangat indah, sangat megah, karena apa? Untuk menghormati kanjeng Nabi. Belum lagi kambingnya, kambingnya dipilih yang paling bagus seperti kambing untuk aqiqah, bahkan beliau langsung mengontrol sendiri kambing-kambingnya, jangan sampai ada cacat sedikitpun. Untuk apa? Untuk menghormati kanjeng Nabi. Pokoknya, semuanya harus benar-benar sempurna dan indah. Karena apa? Untuk menghormati kanjeng Nabi. Wallahu a’lam


Selasa, 18 Desember 2012

Banyak Jalan Untuk Mendekati Allah



Banyak Jalan Untuk Mendekati Allah



Nasehat KH Maimoen Zubair


Manusia hidup hanyalah untuk beribadah sebagaimana disampaikan dalam al Quran:
Wamaa Kholaqtul Jinna Wal Insa Illa Li Ya’buduun.
Esensi dari ibadah itu sendiri adalah bagaimana seorang manusia melakukan pendekatan kepada Allah atau dalam bahasa arab disebut taqarrub.
Proses pendekatan diri kepada Allah tidak hanya diwujudkan dengan bentuk ibadah murni seperti wirid, sholat, puasa atau bentuk ibadah murni yang lain. Taqarrub bisa diwujudkan dengan menyesuaikan status sosial masing-masing orang. Kejujuran, keadilan dan kemampuan menghidarkan diri dari berbuat dzalim termasuk korupsi seorang pemimpin, pegawai pemerintah atau anggota DPR juga merupakan bentuktaqarrub.
Pemahaman seperti ini penting sekali disosialisasikan agar tidak ada orang yang setiap hari ibadah murni dijalani, tetapi perilaku kemasyarakatannya tidak sesuai dengan koridor agama. Kemampuan seorang politisi dalam membedakan posisi diri dalam bergaul dengan sesama muslim juga bentuk kemasan taqarrub yang lain.
Ketika berada diluar koridor politik, seorang politisi harus mampu membangun ukhuwah Islamiyah dengan sesamanya meski berbeda jalur politiknya dengan dirinya. Seorang politisi PKB harus mampu bergaul erat dengan sesama muslim yang lain dari partai lain baik Golkar, PDIP atau PPP seperti saya ini.
Kemampuan melihat diri inilah yang penting sekali kita tanamkan kepada generasi muda kita agar tidak memandang sesama muslim yang berbeda jalur politiknya seperti orang berbeda agama. Betapa indahnya kehidupan ini bila hal ini bisa kita wujudkan bersama.
Bila kita seorang pegawai pemerintahan menemui hadits yang menyatakan:
“Shirooru al ulama, alladzina ya’tuuna al umara wa khiyaaru al umara alladzina ya’tuuna al ulama.”Seburuk-buruk ulama adalah mereka yang (sibuk) mendatangi pemerintah atau penguasa dan sebaik-baik pemerintah atau penguasa adalah mereka yang mendatangi ulama.
Maka perhatikan kalimat terakhir, jangan membahas bagian awal. Artinya bagian proses pendekatan diri seorang pegawai pemerintahan adalah mendekati ulama, untuk mendapatkan penyegaran diri agar terselamatkan dari tindakan yang tidak terpuji atau keluar dari syariat agama kita.
Walhasil, untuk menjalani salah satu kewajiban kita yaitu mendekat kepada Allah, kita harus faham bahwa jalan menuju ke sana bukan dari satu pintu. Namun hal itu dapat kita aplikasikan dalam bentuk amal perbuatan yang lain menyesuaikan profesi kita masing-masing yang sejalur dengan konteks syariat Islam. Wallahu A’lam


disarikan dari mauidloh hasanah, KH. Maimun Zubair Pengasuh PP. Al Anwar Sarang Rembang pada haul al Habib Abdul Qodir Bil Faqih dan al HabibAbdullah Ibn Abdul Qodir Bil Faqih PP. Darul Hadits Malang.

Sumber: infopesantren.web.id